Rabu, 14 Maret 2012

TAHFIZ JUZ 30

Wakil Kepala bidang Kehumasan SMP Pembangunan Satu (Pesat), Kota Bogor, Herlan Sonjaya mengatakan, anak didik SMP Pesat wajib menghafal dan mengamalkan juz 30 dalam Al-Quran. Ini, kata Herlan, wujud optimalisasi Program Religi SMP Pesat.
“Pada Sabtu, minggu pertama setiap bulannya, semua guru di sekolah ini selain memberikan tausiah juga memberikan les tambahan membaca dan memahami Al-Quran,” ucap Herlan kepada Jurnal Bogor, kemarin.
Menurut Herlan, pengajian rutin mingguan bagi guru yang dilaksanakan sekurangnya satu setengah jam mulai pukul 13.00-15.00 wib bertujuan untuk membekali guru dengan pengetahuan yang cukup tentang agama Islam. “Ini sejalan dengan kebijakan sekolah yang mewajibkan seluruh siswanya menghafal juz amma atau juz 30 mulai Surat Annaba sampai Annas,” ujarnya.
“Kami  tidak ingin  ketika  mereka ditugaskan sebagai guru pembimbing untuk mendampingi anak didiknya, para guru keteteran, atau banyak diantaranya tidak hafal surat-surat tersebut,” tegas Herlan.
Oleh karena itulah, lanjutnya, mulai beberapa bulan ini, Yayasan Pembangunan, lembaga yang menaungi seluruh sekolah mulai dari SMP, SMA dan SMK Informatika Pesat sedang giat-giatnya menerapkan program Religi Islami diantaranya, puasa Senin-Kamis dilanjutkan buka puasa bersama, yang diikuti seluruh insan didik di SMK Informatika Pesat.
Berkaitan dengan kebijakan yayasan tersebut, kata Herlan, seluruh siswa SMP diwajibkan menghapal sekurang-kurangnya 8 ayat setiap minggunya.
Senada dengan Herlan, Mahri Jaelani, guru Agama SMP Pesat mengatakan, program religi yang diterapkan di sekolah sudah sangat baik. Menurut Mahri – yang ditugaskan menjadi penceramah pengajian rutin – program mewajibkan hafal Juz Amma ini karena ada di antara anak didik yang belum punya kesempatan mempelajari Al Qur’an.
“Selain bertujuan menumbuhkembangkan kecintaan terhadap Al Qur,an, anak didik juga tidak buta dengan bacaan-bacaan pendek. Diharapkan setelah mereka bisa menghapal, hati mereka menjadi terbuka untuk mempelajari baik mengenai seni membaca juga memahami isinya,”
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar